Larangan Memilih Pemimpin Kafir Menurut Al-Qur’an

Posted on
Larangan Memilih Pemimpin Kafir Menurut Al-Qur’an

Larangan Memilih Pemimpin Kafir Menurut Al-Qur’an

Setiap Muslim telah dilarang untuk mencampuradukkan atribut agama Islam dengan agama lain dalam konteks apapun baik aqidah, syariahhingga akhlak. Hal ini termasuk larangan memilih pemimpin kafir atau non Muslim bagi kaum Muslim. Terdapat pembatas yang permanen antara Islam dan kafir, yaitu jurang yang membatasi antara kebathilan dan kebenaran.

Itu artinya pembatas di hulu yang konsekuensinya akan turut terbawa sampai ke hilir. Karenanya saat Allah memilih Islam serta menolak yang lainnya, maka segala atribut Islam tidak boleh dicampuradukkan dengan atribut yang berasal dari agama lain. Termasuk adalah memilih non Muslim untuk menjadi pemimpin umat Muslim.

Larangan Memilih Pemimpin Kafir Menurut Al-Qur’an

Karena sudah terdapat batasan pada hulu, maka bagian tengah hingga hilir akan secara otomatis berbatasan dengan sendirinya. Pengecualian dalam larangan memilih pemimpin kafir ini adalah dalam perkara-perkara kemanusiaan yang masih dalam konteks hablum minan nas serta berada di luar akidah, akhlak dan syariah serta yang masih diperbolehkan untuk bekerja sama.

Termasuk di dalamnya adalah menyelamatkan nyawa, kerja sama antar negara hingga jual beli untuk keperluan hidup serta kehidupan. Sementara larangan memilih pemimpin kafir dalam pandangan Islam tertuang dalam beberapa surat Al Qur’an. Termasuk di antaranya adalah Ali Imran ayat 28 dan Al Maidah ayat 51 yang secara tegas melarang umat Islam memilih pemimpin dari orang-orang Yahudi serta Nasrani.

Konsekuensi dari orang-orang yang tidak meninggalkan larangan ini adalah dijadikan sama seperti orang-orang Yahudi maupun Nasrani. Ini karena orang-orang Yahudi dan Nasrani telah dicap sebagai orang kafir. Maknanya, orang-orang yang memilih mereka sebagai pemimpin akan sama saja dengan mereka, dianggap sebagai Muslim yang hilang iman dan mendapat neraka.

Yang menjadi pengecualian adalah pada kasus darurat serta untuk bersiasat. Sebagai contoha dalah apabila umat Muslim berada di negara mayoritas non Muslim atau untuk keperluan siasat, apabila orang Muslim akan dibunuh apabila tidak memilih mereka. Demikian penjelasan mengenai larangan memilih pemimpin kafir. Semoga uraian di atas dapat membantu dalam masalah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *